LEBIH BAIK MATI DARIPADA MENYERAH
mungkin aku sedang merasa bingung sekarang, dan menuliskan catatan ini untuk diri ku sendiri. betapa tidak, perjuangan yang kulakukan, selalu menemui kegagalan. aku masih tidak akan pernah menyerah, namun aku merasa sangat lelah dengan semua ini. diriku letih, jiwa dan raga. aku sangat kurang istirahat, fikiran ku tertekan. namun tak seharus nya aku menuliskan kata- kata ini. keyakinan ku masih sangat tegar di depan, walaupun banyak halang yang melintangiku, bahkan dari orang tua ku sendiri. aku belum memutuskan untuk merubah dunia atau hidup sebagai keluarga sejahtera di rumah yang cukup sederhana juga. namun janji- janji masa lalu masih selalu membayangiku. aku merasa belum mengenal terlalu dalam tentang kehidupan di dunia ini, namun ada juga banyak hal yang benar- benar ku yakini di dalam hidup ini. misalkan tuhan yang sama sekali tidak ada, makhluk hidup yang memang harus menjadi kuat di dunia ini, yang lemah akan kalah dan yang kuat akan menang. itu menjawab semua pertanyaan ku di masa kecil, mengapa ada seorang penjual rujak keliling !?, aapa yang di lakukan nya. harus kah aku membantu nya..??, tapi aku sendiri pun tak bisa menolong diriku sendiri. beginilah aku, orang yang seharus nya bisa cukup bahagia dengan semua yang telah di miliki di kota ini, namun dia tak mau membuat diri nya bahagia entah karena apa. aku mengerti apa yang membuat ku sangat lemah di masa lalu. yaitu karena aku tidak berani menantang dunia. aku tidak berani melawan ketakutan terbesar ku untuk membuat suatu jalan baru yang bisa menghasilkan kemenangan. tapi kemenangan telah ku raih di masa kini. aku telah muak dengan semua pujian dan sanjungan selama ini. aku juga sudah bosan dengan rasa bahagia ini. kebahagiaan ini membuat ku lemah. dan semakin lemah. aku tidak pernah berfikiran untuk hidup siprti ini selama nya. jiwaku bakan jiwa seperti itu, jiwa ku membutuhkan ruang dan suasana yang selalu baru di dunia ini untuk bisa menjadi hidup. aku tidak suka duduk dan hidup mengalir di tempat yang aman. bukan lah diri ku yang seperti itu. aku tak akan meneteskan airmata jika suatu hari orang yang paling ku sayangi (ayah dan ibu) meninggalkan ku untuk selamanya. karena begitulah kehidupan ini. walaupun mengkin tidak pernah terjadi sebelum nya hal tersebut pada diri ku. kecuali satu kali saja saat aku harus berpisah dengan cinta pertama ku yang masih hingga saat ini (5 th) aku mengharapkan nya. sudahlah willy, lebih baik mati dari pada menyerah. dan itu masih ku pegang sampai detik ini.
Posted by: Felix Stainer

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
forum diskusi kita:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.